Posted on 06:05

Merdeka ala Free Your Soul

By UNO BACA Production at 06:05

Photobucket










Perkembangan musik Indonesia memang semakin mengasyikkan dari hari ke hari. Bibit-bibit potensial dengan sejuta bakat dan kreasi pun muncul satu per satu. Melihat keadaan itu, Yamaha Motor khusus untuk produk Mio Soul mulai ambil bagian untuk mendukung musisi-musisi muda sejak tahun 2007 dengan gelaran acara yang dinamakan “Free Your Soul.”

Musik adalah satu hal yang dekat dengan kehidupan semua orang mulai dari anak muda sampai orang tua. Siapa di dunia ini yang tidak suka dengan musik? Sepertinya hampir tidak ada. Lagipula, semua orang pasti punya cerita yang berbeda tentang hidupnya. Dan musik seringkali dijadikan semacam soundtrack yang mengiringi perjalanan hidup masing-masing orang, mulai dari kisah sedih sampai bahagia. Bayangkan kalau kita hidup tanpa ada suara musik sedikit pun. Pasti hidup akan terasa sepi. Bukankah begitu?
Musik memang jadi semacam alat komunikasi yang berbicara dari hati ke hati. Tapi pada perkembangannya, musik ternyata jadi sebuah industri yang dimonopoli oleh pihak tertentu (mayor label), yang celakanya justru punya peran penting dalam mengedarkan karya ke seluruh masyarakat. Banyak yang menilai bahwa gara-gara label-lah musik yang beredar jadi berkesan seragam dan terbatas. Buntutnya, hal ini membuat kesempatan anak band dalam mengeksplorasi karya-karya mereka dengan sebebas mungkin seolah-olah tertahan. Intinya, musik mereka tidak bisa diedarkan jika karakter musik yang dimainkan tidak sesuai dengan keinginan label.
Kondisi industri yang dianggap oleh sebagian anak band tidak adil itu akhirnya memunculkan sebuah budaya yang disebut indie. Indie sebagai kependekan dari kata independent bisa diartikan mandiri dan merdeka. “Ini adalah sebuah budaya yang berjalan untuk menghindari kebudayaan mainstream dan merupakan gerakan tanpa kenal kompromi, walaupun pada prakteknya tidak mesti sekaku itu,” jelas Eko Prabowo, manajer promosi Yamaha yang jadi dalang di balik berjalannya Free Your Soul yang tahun ini sudah menginjak tahun ke-3.
Saat ini budaya indie sudah menjadi sebuah warna baru dalam masyarakat yang mencakup urusan musik, gaya hidup, dan idealisme. Banyak hal positif yang bisa diambil dari konsep indie itu. Pemahaman tentang kemandirian, semangat untuk menyebarkan pengaruh yang baik-baik kepada orang lain, membuat indie menjadi sebuah budaya yang bisa merangsang pribadi anak-anak muda supaya berani menghadapi tantangan kehidupan. Dan melihat hal tersebut, Yamaha –sebagai salah satu bagian dalam masyarakat— berkeinginan untuk bisa ikut menyebarkan budaya indie.
Saking seriusnya ingin mewujudkan wadah anak-anak band dalam mengekspresikan kreativitas sebebas-bebasnya, mulai tahun 2007 lalu Yamaha menggelar acara Free Your Soul pertama yang dikemas dalam bentuk kompetisi band. Tujuan acara ini adalah untuk mendorong generasi muda Indonesia untuk mau menumpahkan seluruh kemampuan berkreativitas tanpa dibatas-batasi siapapun. Dengan mengangkat tema Free Your Soul “The Spirit Of Indie”, Yamaha berkeinginan agar anak-anak muda mampu mengambil nilai-nilai positif dari pemahaman indie.
Acara yang digelar di 10 kota (Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Padang, Medan, dan Palembang) pada bulan Oktober 2007 itu pun berjalan sukses. Band Yello asal Medan dan Smallville asal Malang keluar sebagai juara serta berhak memeroleh hadiah berupa 1 motor Yamaha Mio Soul, 1 set alat band, sejumlah uang, dan pembuatan vidio klip. Lagu-lagu 10 finalis pemenang dari tiap-tiap daerah juga tidak ketinggalan dikumpulkan dalam sebuah album kompilasi.
Tidak cukup sampe di situ, pada tahun 2008 lalu Yamaha kembali lagi dengan acara Free Your Soul 2 di Denpasar, Jogjakarta, Malang, Bandung dan Medan. Acara dimeriahkan oleh ikon-ikon indie dalam negeri semacam Naif, Netral, The Changcuters, Pure Saturday, The S.I.G.I.T, Shaggy Dog, The Patriot, dan Seringai. Band-band indie lokal tidak ketinggalan juga diturutsertakan. Tapi, acara kali itu memang disusun dengan konsep yang agak berbeda. Selain pentas musik, acara juga diisi berbagai macam aktivitas seru seperti Distro Exhibition, Extreme Game, Mio Modification, Hair Cutting dan Temporary Tattoo, Free Styler (BMX dan Mio), Food Court Exhibition, Digital Amazing Photo Competitions, dan Design Clothing Competitions.
“Kami berharap, dua acara yang sudah digelar itu bisa membawa pengunjung pada suasana kreasi kebebasan berseni, menjauhkan dari objek yang “itu-itu saja” dan mengajak pada sebuah pola berpikir out of the box, syukur-syukur bahkan lebih kreatif,” kata Eko Prabowo lagi.
Tahun ini, Yamaha akan menggelar acara Free Your Soul jilid 3 (untuk keterangan lebih lengkapnya, bisa lihat di www.free-yoursoul.com). Bukan –melulu— karena keinginan Yamaha. Tapi juga karna antusiasme masyarakat, anak-anak band dan ribuan email masuk yang senantiasa menanyakan seputar kelanjutan acara itu. Itu artinya, acara yang direncanakan akan digelar di Bandung, Surabaya, Jogja, Medan dan Makassar ini dijalankan karena Yamaha sangat mengerti dan peduli terhadap keinginan dari orang-orang seperti mereka, yang sama-sama punya pikiran merdeka, sangat kreatif dan tidak suka melakukan hal yang itu-itu aja.
Akhirnya, Yamaha memang bukan cuma sekedar motor. Dan motor tidak perlu hanya berteriak-teriak irit, serta mengaku-ngaku punya teknologi segudang! Karena pada Yamaha ada sebuah peluang bagi semua orang untuk berkreasi, berpikir, bertindak, dan berkarya sebebas dan semerdeka-merdekanya. Mau bergabung? Silahkan putuskan sendiri. Merdeka!